HAL-SEL, BanoaTV – Literasi Anak Laut yang digagas oleh para sarjana serta pemuda–pemudi Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, kini menjadi salah satu contoh paling inspiratif dalam pengembangan literasi berbasis komunitas di wilayah pesisir. Hadirnya gerakan literasi ini tidak hanya memberi ruang belajar bagi anak-anak desa setempat, tetapi juga bermaksud memantik semangat desa-desa lain untuk menumbuhkan inisiatif serupa.
Melihat perkembangan tersebut, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Halmahera Selatan menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen penuh untuk menjaga keberlanjutan gerakan literasi yang lahir dari komunitas tersebut. Menurut Aryanto, Literasi Anak Laut merupakan model penting yang sejalan dengan upaya membangun ekosistem pendidikan nonformal di kabupaten yang memiliki 249 desa tersebut.
Ketua Umum FTBM Halmahera Selatan, Aryanto M. Basra, menilai bahwa gerakan Literasi Anak Laut merupakan bukti nyata bagaimana masyarakat pesisir dapat membangun ruang belajar secara mandiri dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi energi besar dari para pegiat dan penggerak literasi anak laut desa Laluin. Namun semangat ini harus dirawat dengan rencana yang matang dan keberlanjutan. Literasi Anak Laut tidak boleh berhenti pada hajatan lomba saja. Ia harus tumbuh sebagai lembaga yang hidup, mengakar, membudaya serta memberi manfaat kepada generasi yang akan datang,” ujar Aryanto.
Selain dukungan komunitas, Aryanto juga mengharapkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan literasi. Ia menyebutkan bahwa perhatian pemerintah merupakan bagian dari amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
FTBM Halmahera Selatan pun berkomitmen akan terus berkolaborasi dan mendampingi Literasi Anak Laut melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengelola, dan perluasan jejaring program.
Reporter: Indra
Editor: Redaksi BanoaTV




Tinggalkan Balasan