BACAN, BanoaTV — Penyelenggaraan turnamen sepak bola bergengsi Bupati Cup 2025 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menuai kecaman keras.
Ajang yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru diwarnai kekacauan, kelalaian, dan bentrokan suporter. Semua ini dinilai sebagai bukti kegagalan total Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halsel, Noce Totononu, dalam menjalankan amanah Bupati.
Kritik keras ini disampaikan Karateker DPD II KNPI Halsel, Akbar Ahad, kepada wartawan, Senin, (27/10/2025).
“Ini jelas kegagalan Kepala Dinas. Bupati sudah memberi kepercayaan besar untuk memimpin event sebesar Bupati Cup, tapi hasilnya amburadul. Turnamen ini jadi rusak karena ketidakmampuan penyelenggara,” tegas Akbar.
Akbar mendesak Bupati Halsel segera mencopot Noce Totononu dari jabatannya karena dianggap tidak becus memimpin Dispora dan gagal menjaga marwah kegiatan olahraga daerah.
Kegagalan mulai terlihat sejak laga antara Desa Paisumbaos melawan Desa Wiring, yang terhenti mendadak akibat absennya tim medis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketidakhadiran tenaga medis membuat pertandingan dihentikan demi alasan keselamatan. Hal ini memicu kekecewaan dan kemarahan para pemain serta masyarakat yang hadir.
“Kami datang jauh-jauh dengan biaya sendiri, tapi pertandingan tidak dilanjutkan. Panitia kerja seenaknya, tidak profesional,” ujar salah satu manajer tim yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/10/2025) lalu.
Selain itu, kekacauan terjadi saat laga Babang FC melawan Kupal FC di GOR Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Minggu (26/10/2025). Pertandingan yang semula berlangsung aman berubah ricuh di babak kedua
Sekitar pukul 17.51 WIT, suporter Babang FC menerobos lapangan, memicu bentrokan dengan pendukung Kupal FC. Adu jotos antarpendukung pecah di tengah lapangan, membuat pertandingan berhenti total.
Meski Satpol-PP dan kepolisian berupaya melerai, situasi tetap tak terkendali selama hampir setengah jam. Bentrokan bahkan meluas hingga ratusan warga Kupal melakukan pemblokiran jalan di depan Pelabuhan Kupal sebagai bentuk protes terhadap aksi suporter Babang FC.
“Panitia dan pihak Dispora harus bertanggung jawab. Keamanan tidak disiapkan dengan matang, aparat pun minim di lapangan,” ungkap salah satu sumber di lokasi.
Rangkaian insiden ini menjadi tamparan keras bagi Dispora Halsel yang dianggap gagal total mengelola ajang olahraga daerah.
Selain menunjukkan ketidaksiapan teknis dan lemahnya koordinasi dengan aparat keamanan, turnamen Bupati Cup 2025 kini meninggalkan citra buruk bagi dunia olahraga Halsel. Akbar Ahad menegaskan, evaluasi menyeluruh dan pencopotan Kepala Dispora menjadi langkah mutlak agar kejadian memalukan ini tidak terulang.
“Jangan korbankan nama baik daerah hanya karena pejabat yang tidak mampu bekerja. Kalau Bupati serius ingin majukan olahraga, segera ganti Kepala Dispora,” tandasnya.
Reporter : Adhy
Editor: Redaksi BanoaTV




Tinggalkan Balasan