BACAN, BanoaTV – Tambang emas di Desa Desa Kusubibi, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi tumpuan hidup bagi banyak warga. Dari aktivitas tambang inilah kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak-anak, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat dipenuhi, meski semuanya harus dibayar dengan keringaat dan tenaga yang tidak sedikit.

Pagi itu, Selasa, (05/05/2026) sekitar pukul 06.00 WIT, suasana desa mulai ramai. Berbagai penjuru kampung, masyarakat berdatangan menuju lokasi tambang emas di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yakni mencari penghidupan dari hasil perut bumi.

Aktivitas tambang menjadi denyut ekonomi masyarakat setempat. Tidak hanya para penambang, tetapi juga pekerja kijang, pengangkut material, hingga pedagang kecil yang menjajakan makanan dan kebutuhan harian di sekitar area tambang turut menggantungkan hidup di tempat itu.

Di tengah jalan yang berlumpur dan penuh tantangan, semangat para pencari nafkah tak surut. Dengan pakaian sederhana dan peralatan seadanya, para penambang berjalan kaki menembus medan yang licin dan becek. Wajah-wajah lelah tampak dari para pekerja, mulai dari orang dewasa hingga anak muda, namun terselip harapan besar di balik langkah mereka.

Bagi sebagian warga, tambang emas bukan sekadar tempat bekerja, melainkan harapan untuk bertahan hidup. Dari hasil mendulang emas, mereka mampu membeli beras, membayar kebutuhan rumah tangga, hingga menyekolahkan anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih baik.

“Kalau tidak ke tambang, torang makan apa,” ujar Bur, salah seorang penambang sambil memikul peralatan kerjanya menuju lokasi tambang.

Di lokasi tambang, aktivitas berlangsung sejak pagi hingga menjelang malam. Suara mesin, cangkul, dan percikan air menjadi irama sehari-hari yang akrab di telinga warga. Sebagian pekerja menggali tanah, sementara lainnya menyaring material demi mendapatkan butiran emas yang nilainya menjadi penopang kehidupan keluarga mereka.

Tak hanya kaum pria, sejumlah perempuan juga terlihat ikut bekerja atau berjualan di sekitar area tambang. Mereka membuka warung kecil, menjual kopi, makanan ringan, hingga kebutuhan pokok bagi para pekerja tambang. Kehadiran tambang secara tidak langsung menggerakkan roda ekonomi desa.

Meski demikian, pekerjaan sebagai penambang bukan tanpa risiko. Jalan yang sulit dilalui, cuaca yang tidak menentu, hingga ancaman keselamatan kerja menjadi tantangan yang harus mereka hadapi setiap hari. Namun bagi masyarakat kecil yang berdatangaan di desa itu, risiko tersebut seakan menjadi bagian dari perjuangan hidup.

Di balik kerasnya aktivitas tambang emas di Desa Kusubibi, tersimpan kisah tentang perjuangan, harapan, dan keteguhan masyarakat dalam mempertahankan hidup. Tambang emas bukan hanya tentang hasil bumi, tetapi juga tentang mimpi warga kecil yang ingin melihat keluarganya tetap bertahan dan anak-anak mereka terus mengenyam pendidikan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Red, BanoaTV