Halmahera Selatan, BanoaTV – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan penghargaan kepada dua guru berdedikasi dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba didampingi Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian panjang di dunia pendidikan.
Dua penerima penghargaan itu adalah Nuria Usman Safiuddin, S.Pd dan Christina Imelda Jonah, S.S. Keduanya dinilai tidak hanya konsisten dalam proses belajar mengajar, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi perkembangan siswa, bahkan di tengah keterbatasan sarana dan akses pendidikan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi para guru yang tetap mengabdi dengan tulus di tengah berbagai tantangan,” tegas Bupati Bassam Kasuba. Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat dukungan bagi tenaga pendidik, terutama yang bertugas di wilayah terpencil.
Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh ketangguhan para guru di lapangan. “Pendidikan adalah fondasi pembangunan daerah. Ketika guru kuat, maka masa depan daerah juga akan kuat,” ujarnya.
Jejak Pengabdian di Tengah Keterbatasan
Nuria Usman Safiuddin menjadi salah satu sosok yang dinilai merepresentasikan keteguhan tersebut. Ia memulai pengabdian sebagai tenaga honorer pada 2008 di SD Negeri 115 Halmahera Selatan, menghadapi keterbatasan fasilitas dan akses. Namun kondisi itu tidak menyurutkan semangatnya dalam membangun motivasi belajar siswa.
Sejak diangkat sebagai ASN pada 2014 dan bertugas di SD Negeri 8 Halmahera Selatan, Nuria terus memperluas perannya. Ia dikenal menerapkan pendekatan pendidikan yang humanis, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga perkembangan psikologis dan karakter siswa. Perannya sebagai guru mengaji turut memperkuat pembinaan nilai spiritual peserta didik.
Konsistensinya menjadikan Nuria bukan sekadar pengajar, tetapi juga figur penggerak di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Guru Penggerak dari Wilayah Kepulauan
Sementara itu, Christina Imelda Jonah menunjukkan dedikasi serupa dari wilayah kepulauan. Mengabdi sebagai guru honorer sejak 2008 di SMP Peduli Bangsa Anggai, Kecamatan Obi, Desa Anggai, ia terus bertahan dan berkembang di tengah tantangan geografis.
Puncak pengakuan atas kapasitasnya terjadi pada 2023 saat ia lolos dalam program Guru Penggerak—sebuah capaian yang menegaskan perannya sebagai pendidik inovatif dan agen perubahan di sekolah.
Dikenal disiplin dan progresif, Christina tidak hanya menjalankan kurikulum, tetapi juga aktif mendorong inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa di wilayah terpencil.
Pesan Kuat bagi Dunia Pendidikan
Penghargaan ini menegaskan bahwa dedikasi guru tetap menjadi faktor kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus menghadirkan kebijakan konkret yang memperkuat kesejahteraan dan kapasitas guru.
Momentum Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan pendidikan, ada kerja sunyi para guru yang tetap bertahan, mengabdi, dan menyalakan harapan—bahkan dari pelosok Halmahera Selatan.
Red, banoaTV




Tinggalkan Balasan