Maluku Utara, BanoaTV – Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Izzudin Alqassam Kasuba, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama pengembangan sektor pariwisata di Maluku Utara. Fokus perhatian tersebut diarahkan kepada para pemandu wisata yang dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan, menjamin keselamatan wisatawan, serta mendukung tata kelola destinasi yang profesional.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada ruang pembangunan infrastruktur pariwisata, Qassam mengatakan Komisi VII DPR RI terus mendorong agar program peningkatan kapasitas SDM tetap menjadi prioritas pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pariwisata.
“Kita tetap bersuara kepada mitra kita yaitu Kemenpar RI. Alhamdulillah beberapa program bimbingan teknis dalam rangka pembangunan SDM di Maluku Utara terus berjalan, bahkan beberapa kali telah dilaksanakan di Halmahera Selatan dan Kota Ternate. Ke depan, program serupa juga akan dilaksanakan di kabupaten dan kota lainnya,” ujar Qassam saat ditemui di sela perayaan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Selasa (9/6/2026).
Politisi PKS itu menilai peningkatan kapasitas pemandu wisata tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan, mitigasi risiko, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di destinasi wisata.
Menurutnya, peristiwa erupsi Gunung Dukono yang sempat menelan korban jiwa harus menjadi pelajaran penting bagi sektor pariwisata Maluku Utara. Ia menegaskan bahwa daerah yang memiliki karakter wisata alam dan geowisata membutuhkan pemandu yang terlatih serta memiliki kompetensi yang terukur.
“Beberapa waktu lalu kita dilanda musibah meletusnya Gunung Dukono di Halmahera Utara, bahkan ada korban jiwa. Ini menjadi salah satu indikator bahwa SDM pemandu wisata di Maluku Utara masih perlu diperkuat. Karena itu, saat rapat dengan kementerian saya sudah menyuarakan perlunya bimbingan teknis khusus bagi pemandu wisata di Maluku Utara,” katanya.
Qassam menjelaskan, para pemandu wisata di Maluku Utara pada dasarnya telah memiliki kemampuan dan pengalaman lapangan yang baik. Namun, kemampuan tersebut perlu diperkuat melalui pelatihan resmi, edukasi keselamatan wisata, mitigasi bencana, hingga sertifikasi kompetensi agar memiliki standar profesional yang diakui.
Selain peningkatan kapasitas pemandu wisata, Qassam juga mendorong perluasan akses pendidikan tinggi pariwisata di Maluku Utara. Ia mengungkapkan telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat agar program pendidikan pariwisata dapat dibuka lebih dekat dengan masyarakat daerah, termasuk melalui program kuliah di luar kampus utama maupun pendirian politeknik pariwisata.
“Saya juga menyuarakan agar program kuliah di luar kampus utama dapat dibuka di Maluku Utara, karena hingga saat ini daerah kita belum memiliki politeknik pariwisata. Saat ini sedang dikomunikasikan antara Kementerian Pariwisata dan Kemendiknas. Insya Allah ke depan politeknik pariwisata bisa hadir di Maluku Utara sehingga pengembangan SDM sektor pariwisata menjadi lebih mudah dan terarah,” ujarnya.
Qassam menegaskan, Maluku Utara memiliki kekayaan wisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, budaya, sejarah, hingga geopark. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan SDM yang kuat, terlatih, dan tersertifikasi.
“Pariwisata tidak hanya soal destinasi yang indah, tetapi juga soal manusia yang mengelolanya. Karena itu, penguatan SDM harus menjadi prioritas agar pariwisata Maluku Utara mampu naik kelas menjadi destinasi yang aman, nyaman, profesional, dan berdaya saing,” tandasnya.
Red, BanoaTV




Tinggalkan Balasan