BOGOR, BanoaTV – Kehadiran ratusan massa yang melakukan aksi anarkis saat menyampaikan aspirasi di Kota Bogor menuai protes dan kritik dari berbagai elemen masyarakat. Tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan cara penyampaian pendapat yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku.

Salah satu tokoh masyarakat Kota Bogor, Kang Endik, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi telah dijamin oleh Undang-Undang, namun harus tetap dilakukan dengan menjaga ketertiban umum dan persatuan bangsa.

“Kita menyepakati bahwa penyampaian aspirasi di depan umum diperbolehkan sebagaimana yang telah tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945. Namun, ada hal-hal yang harus kita jaga, yaitu keutuhan bangsa dan negara dengan menyampaikan aspirasi secara terbuka tanpa menimbulkan konflik,” ujar Endik.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di pusat kota tersebut sempat diwarnai suasana tegang. Massa membawa berbagai spanduk yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah. Meski beberapa peserta sempat diamankan, gelombang penyampaian aspirasi tetap berlanjut, baik di lapangan maupun melalui media sosial. Tidak hanya para demonstran, sejumlah pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut juga ikut menjadi perhatian.

Di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang hadir dengan sikap berbeda. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, pegawai kontrak, hingga ibu rumah tangga, yang memiliki harapan serupa terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan terhadap program pemerintah pun disuarakan, di antaranya melalui keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Selain itu, sejumlah warga dan pemuda Kota Bogor secara tegas menolak aksi demonstrasi yang bersifat anarkis.

“Kami pemuda Kota Bogor menolak aksi demonstrasi yang anarkis. NKRI harga mati,” demikian salah satu pernyataan yang disampaikan.

Seruan untuk menjaga toleransi antarumat beragama juga turut digaungkan sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Endik menambahkan, sebagai warga negara yang baik, masyarakat seharusnya mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendirian Koperasi Merah Putih.

“Untuk itu mari kita bergandengan tangan memberikan dukungan penuh agar program yang berorientasi pada masyarakat dapat terlaksana, dengan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara,” katanya.

Ia pun menutup dengan pesan persatuan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. NKRI harga mati.”

Sejumlah elemen masyarakat Kota Bogor juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam menjalankan berbagai program demi kesejahteraan rakyat Indonesia, sembari mengajak seluruh pihak untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.

 

Red, BanoaTV