BACAN, BNtv – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri, listrik menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Namun, harapan warga Desa Prapakanda, Kecamatan Botang Lomang, untuk menikmati listrik seperti desa-desa lainnya pupus di bulan suci Ramadhan 1446 H.

Berdasarkan hasil penelusuran media jini, hingga hari ke-11 Ramadhan, warga Prapakanda masih hidup dalam kegelapan. Saat berbuka puasa dan sahur, mereka hanya mengandalkan penerangan seadanya, bahkan kerap menggunakan lampu minyak atau lentera tradisional.

Pemerintah Desa Prapakanda dinilai bungkam terkait pemasangan meteran listrik baru di rumah-rumah warga. Padahal, anggaran pemasangan tersebut diketahui bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2023-2024.

Kondisi ini semakin ironis mengingat Kecamatan Botang Lomang telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang bertujuan memenuhi kebutuhan listrik di delapan desa. Namun, dari delapan desa tersebut, hanya Prapakanda yang hingga kini belum menikmati listrik dari PLN.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menginstruksikan seluruh pemerintah desa di Kecamatan Botang Lomang untuk mengalokasikan Dana Desa guna pemasangan meteran listrik baru bagi warganya. Namun, hingga kini, Pemerintah Desa Prapakanda diduga mengabaikan instruksi tersebut.

Seorang warga Desa Prapakanda yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada pemasangan meteran listrik baru.

“Iya, sampai sekarang pemerintah desa belum melakukan pengadaan meteran ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Senada yang sama salah satu ibu rumah tangga  desa Prapakanda, saat ditemui wartawan media ini di seputaran zero poin labuha, juga mengaku bahwa hingga saat ini warga belum mendapat akses listrik dari PLN.

“Saya tidak tahu apakah pemdes sudah melakukan pengadaan atau belum, tapi yang jelas, sampai sekarang kami di Desa Prapakanda belum bisa menikmati listrik PLN seperti desa lain di Kecamatan Botang Lomang,” ungkapnya. Selasa (11/3/2025).

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait permasalahan ini, Kepala Desa Prapakanda, Adri Musa, memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan. (Red)