BACAN, BNtv – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Halmahera Selatan (Halsel) memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah pangkalan guna mencegah terjadinya kelangkaan.
Pengawasan ini dilakukan melalui Bidang Perdagangan Diskoperindag Halsel, yang memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran sesuai regulasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Prioritas utama diberikan kepada masyarakat pengguna kompor serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami melakukan pengawasan di agen Babang Raya yg berlokasi di Kecamatan Obi, Bacan, dan Bacan Selatan,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Halsel, Nuarbaiti Karmila via Whatsapp Kamis, (27/02/2025)
Menurutnya, langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak yang tidak berhak serta memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama menjelang meningkatnya permintaan selama Ramadan.
Terkait ketersediaan minyak tanah, Karmila menyatakan bahwa stok untuk rumah tangga dan UMKM masih dalam kondisi aman. Namun, ia menyoroti adanya praktik penjualan yang tidak sesuai aturan.
“Kalau untuk konsumen rumah tangga dan UMKM masih aman. Masalahnya ada pangkalan yang menjual ke transportasi laut atau ke spit (kapal cepat), ini yg menjadi persoalan. Saya berharap pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat ikut membantu mengawasi dan melaporkan jika ada pangkalan yang tidak melayani masyarakat sesuai ketentuan,” tegasnya.
Karmila mengungkapkan bahwa pengawasan dari Diskoperindag sendiri memiliki keterbatasan, mengingat jumlah personel di bidang perdagangan hanya enam orng, sementara jumlah pangkalan BBM di Halmahera Selatan mencapai sekitar 360 unit.
“Dengan jumlah pangkalan sebanyak ini, tidak mungkin hanya enam orang yng mengawasi. Kami sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan,” katanya.
Adapun jumlah pangkalan BBM yang beroperasi di Halsel saat ini adalah 251 pangkalan milik Agen PT. Babang Raya, 90 pangkalan milik PT. Sinergi dan 19 pangkalan milik Mitan Berkah Malut
Karmila bilang Diskoperindag Halsel akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kestabilan pasokan dan harga BBM di wilayah tersebut. Masyarakat juga diminta untuk aktif berpartisipasi dalam pengawasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan adanya dugaan penyalahgunaan atau penimbunan BBM bersubsidi agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkas Karmila.




Tinggalkan Balasan