HALMAHERA SELATAN, Banoatv.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendesak Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Halmahera Selatan beserta Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan dan menyelesaikan konflik yang memanas antar-desa di wilayah Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Peristiwa itu terjadi setelah pertandingan final sepak bola Waisamola Cup I yang digelar di Desa Sagawele pada Senin (7/9/2026). Laga yang mempertemukan Terbit FC (Desa Laluin) melawan Orimakurunga FC (Desa Orimakurunga) berakhir ricuh dan berujung pengeroyokan.

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga Desa Laluin bernama Karmil Bakar mengalami luka berat hingga koma dan harus dirujuk ke RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie di Ternate untuk perawatan intensif.

Insiden ini menjadi puncak dari serangkaian ketegangan yang telah berlangsung lama antar-warga kedua desa. Sebelumnya, juga terjadi pemalangan jalan serta perpecahan hubungan sosial yang belum terselesaikan

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah ( KNPI ) KNPI, Aziz Awat menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang semakin memburuk:

“Konflik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Nyawa warga terancam, kerukunan antar-saudara terpecah, dan ini akan merugikan seluruh masyarakat Kayoa Selatan. Kami menuntut pihak berwenang bertindak sekarang, bukan menunggu korban lebih banyak jatuh.”

Iya, Aziz Awat menegaskan Kepolisian kabupaten Halmahera selatan untuk segera mengusut tuntas dan menindak tegas seluruh pelaku kekerasan dalam insiden kericuhan tersebut sesuai hukum yang berlaku, serta mengamankan situasi agar tidak terjadi aksi balasan.

Atas nama KNPI, Pemuda Kayoa Selatan yang akrab di sapa Chiko ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Kayoa Selatan dan warga Desa Laluin, Orimakurunga, Sagawele, Pasir Putih, Ngute-Ngute, maupun Posi-Posi — untuk mengutamakan kedamaian dan persaudaraan. Segala perbedaan diselesaikan melalui musyawarah, bukan dengan kekerasan.

“Kami satu darah, satu pulau, dan satu bangsa. Jangan biarkan kebencian memisahkan kita. Damai untuk Kayoa Selatan, damai untuk Halmahera Selatan,” tegas Sekretaris KNPI tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, ketegangan masih terasa di wilayah tersebut. Masyarakat berharap Kapolres Halmahera Selatan dan jajaran Pemda segera turun ke lokasi dalam waktu dekat untuk melakukan rekonsiliasi dan menegakkan keamanan.

 

Red, BanoaTV