BOGOR, BanoaTV – Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) sukses menyelenggarakan kegiatan Pilot Anti-Scam Class: Pencegahan Penipuan dan Kejahatan Digital Lintas Generasi yang dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Ruang Rapat SMA-SMAK Bogor, Kota Bogor.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat lintas generasi, khususnya pelajar, mengenai berbagai bentuk penipuan digital (scam) yang semakin marak terjadi di era digital saat ini. Dalam kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai modus-modus penipuan terbaru, cara mengenali tanda-tanda scam, serta langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban kejahatan digital.
Acara yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 16.30 WIB ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang literasi digital dan keamanan informasi dari Mafindo Wilayah Bogor. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dihadiri langsung oleh mitra glabal yaitu dari Cisco Foundation dan Ashoka Global serta mitra lokal yaitu Diskominfo Kota Bogor dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor.
Dalam sambutannya, Heni Mulyati, selaku Presidium Komite Edukasi Mafindo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan keamanan digital.
“Kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta sangat penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman. Edukasi masyarakat menjadi langkah awal yang efektif dalam mencegah kejahatan digital” ujar Heni Mulyati.
Perwakilan Diskominfo Kota Bogor yang diwakili oleh Bapak Iswahyudi selaku Fungsional Pranata Humas Ahli Muda, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Mafindo dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi seperti ini. Literasi digital merupakan fondasi penting bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ungkap perwakilan Diskominfo Kota Bogor.
Dalam kesempatan yang sama, Rohini Kamath, Program Manager dari Cisco Foundation, menekankan pentingnya edukasi anti-scam sebagai langkah pencegahan yang efektif.
“Penipuan digital saat ini tidak lagi mengenal batas usia maupun latar belakang. Oleh karena itu, edukasi lintas generasi menjadi sangat penting agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali modus penipuan serta melindungi diri dan lingkungan sekitar” tutur Rohini Kamath.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan digital untuk menjalankan berbagai modus penipuan. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital agar tidak mudah terjebak dalam praktik penipuan online.
Akmalia dalam pemaparannya menekankan pentingnya memahami pola komunikasi yang digunakan oleh pelaku scam. Ia menjelaskan bahwa pelaku sering memanfaatkan rasa panik, rasa ingin tahu, maupun rasa percaya korban untuk memperoleh data pribadi atau akses finansial.
Sementara itu, Daud Bachtiar menjelaskan berbagai contoh kasus nyata penipuan digital yang sering terjadi, seperti penipuan berkedok undangan digital, penipuan melalui pesan instan, hingga penipuan yang mengatasnamakan lembaga resmi. Ia juga memberikan panduan praktis kepada peserta tentang cara memverifikasi informasi sebelum melakukan tindakan digital.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait potensi penipuan digital yang pernah mereka temui. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keterlibatan aktif dalam sesi diskusi.
Peserta kegiatan ini terdiri dari 15 anak muda dari Dewan Kerja Gerakan Pramuka se-Kota Bogor dan 15 guru yang berusia 40 tahun ke atas yang terhimpun dalam Ikatan Guru Indonesia Kota Bogor. Melalui kegiatan ini Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, selaku PIC Pilot Anti-Scam Class Mafindo berharap peserta dapat menjadi Changemaker literasi digital di lingkungan masing-masing, baik di keluarga, sekolah, maupun komunitas, sehingga tercipta masyarakat yang lebih waspada dan tangguh dalam menghadapi ancaman penipuan digital.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Mafindo dalam mendukung peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia serta memperkuat kesadaran kolektif dalam mencegah penyebaran penipuan dan kejahatan digital.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi serta mampu mengenali berbagai bentuk penipuan digital sejak dini.
Tentang Mafindo
Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) merupakan organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada peningkatan literasi digital, penanggulangan hoaks, serta edukasi keamanan digital kepada masyarakat. Melalui berbagai program edukasi dan kampanye publik, Mafindo terus berupaya membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Red, BanoaTV




Tinggalkan Balasan