BACAN, BanoaTV – Kabupaten Halmahera Selatan kembali dilanda bencana banjir. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bacan Barat Utara sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari menyebabkan banjir yang merendam pemukiman warga di Desa Yaba, Kamis, (22/01/2026), sekitar pukul 03.00 WIT.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya tiga Kepala Keluarga (KK) terdampak. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, sementara satu rumah lainnya terendam air. Banjir datang secara tiba-tiba saat sebagian besar warga masih tertidur, sehingga memaksa sejumlah keluarga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, para korban banjir terpaksa mengungsi di kebun maupun menumpang di rumah warga yang tidak terdampak. Kondisi pengungsian masih serba terbatas, dengan minimnya kebutuhan dasar.
Ketua Majelis Jemaat GPM Yaba, Pdt. Ince Lepertery, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa tiga keluarga yang terdampak masing-masing adalah keluarga Bapak Will Tupan, Bapak Yohan Galela, dan Bapak Bill Nita.
“Dua rumah mengalami kerusakan cukup parah, sementara satu keluarga lainnya terdampak genangan air yang mengganggu aktivitas dan keselamatan penghuni,” ujar Pdt. Ince.
Ia menambahkan, hingga saat ini keluarga korban masih mengungsi dan sangat membutuhkan perhatian dari pihak terkait, terutama bantuan kebutuhan dasar serta penanganan terhadap rumah yang rusak akibat banjir.
Pdt. Ince juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, Pemerintah Desa Yaba masih melakukan proses konfirmasi dan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Di tengah keterbatasan, warga setempat secara swadaya mulai membersihkan sisa material banjir di sekitar pemukiman dengan peralatan seadanya.
Peristiwa banjir di Desa Yaba kembali menyoroti persoalan klasik penanganan bencana di wilayah rawan banjir, di mana respon awal kerap bergantung pada inisiatif masyarakat.
Warga berharap kejadian ini tidak hanya ditangani secara darurat, tetapi juga diikuti dengan solusi jangka panjang guna mencegah bencana serupa terulang setiap musim hujan.
“Kami berharap pemerintah segera hadir dan membantu warga, jangan sampai korban terlalu lama dibiarkan menghadapi kondisi sulit seperti ini,” tutup Pdt. Ince Lepertery.
(Tim) (Red) BanoaTV




Tinggalkan Balasan