TERNATE, BanoaTV – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar aksi refleksi di dua titik, yakni Pasar Barito dan depan Taman Nukila, Kota Ternate. Sabtu (01/11/2025).

Aksi ini diikuti oleh kader dan anggota PMII Rayon Ekonomi dengan membawa semangat perlawanan terhadap ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk besar bertuliskan “ANAK MUDA BERGERAK, MELAWAN KAPITALISME DAN REBUT SEKTOR–SEKTOR STRATEGIS” sebagai simbol perlawanan terhadap sistem ekonomi kapitalistik yang dinilai telah menindas rakyat kecil dan memperlebar jurang kesenjangan sosial.

Korlap aksi, Arsil Ismail, dalam orasinya menegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali semangat persatuan, keadilan, dan kedaulatan bangsa.

“Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda — momen bersejarah di mana para pemuda dari berbagai daerah bersatu dan berikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Semangat itu seharusnya menjadi inspirasi bagi generasi muda hari ini untuk terus melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan,” tegas Arsil.

Ia juga menyoroti arah ekonomi-politik Indonesia yang dinilai semakin tunduk pada kepentingan kapitalisme global.

“Negara hari ini masih berpihak pada kepentingan modal dan elite penguasa. Sejak masa Orde Baru, melalui kebijakan seperti UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), Indonesia membuka lebar pintu bagi kepentingan asing seperti PT Freeport di Papua. Namun kebijakan itu tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat, justru memperparah ketimpangan sosial dan eksploitasi sumber daya alam,” ujar Arsil dalam pernyataannya.

Melalui aksi refleksi ini, PMII Rayon Ekonomi Unkhair menyerukan delapan tuntutan yang dianggap krusial bagi keberlanjutan keadilan ekonomi dan sosial di Indonesia, khususnya di Maluku Utara.

Berikut tuntutan aksi yang disuarakan:

1. Wujudkan reforma agraria sejati.

2. Cabut seluruh IUP (Izin Usaha Pertambangan) bermasalah di Maluku Utara.

3. Turunkan pajak dan harga sembako.

4. Wujudkan pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat.

5. Hentikan kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

6. Tangkap dan adili pelaku kekerasan seksual.

7. Bebaskan seluruh tahanan politik di Indonesia.

8. Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi ini menegaskan posisi PMII Rayon Ekonomi Unkhair sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang konsisten menyuarakan keadilan sosial dan ekonomi bagi rakyat. Melalui refleksi Sumpah Pemuda tahun ini, mereka menyerukan agar pemuda Indonesia tidak diam di tengah ketimpangan, tetapi menjadi kekuatan perubahan yang kritis dan berani melawan sistem yang menindas.

“Sumpah Pemuda adalah warisan perlawanan. Maka tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu — bukan dengan senjata, tetapi dengan kesadaran dan keberanian melawan ketidakadilan,” tutup Arsil.

 

Reporter : Mahendra

Editor : Redaksi BanoaTV