Halmahera Selatan, BanoaTV – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai momentum Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, saat jajaran Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) bersama organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar silaturahmi, berbagi, dan buka puasa bersama warga binaan, Sabtu (15/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus KNPI Halsel serta sejumlah organisasi kepemudaan Cipayung Plus, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Kehadiran para pemuda ini disambut hangat oleh jajaran Lapas serta para warga binaan.

Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, A.Md.IP., SH., MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan serta kepedulian para organisasi kepemudaan tersebut.

Menurutnya, kegiatan silaturahmi di bulan suci Ramadan ini menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi pihak Lapas, khususnya dalam upaya pembinaan dan pemulihan mental para warga binaan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KNPI serta organisasi kepemudaan Cipayung Plus seperti HMI, GMNI, GMKI, dan GAMKI yang telah hadir bersilaturahmi di Lapas Labuha. Kehadiran ini menjadi motivasi dan dukungan bagi kami dalam menjalankan proses pembinaan terhadap warga binaan,” ujar Jumadi.

Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan pihak Lapas Labuha juga menggandeng Kementerian Agama untuk melaksanakan berbagai program pembinaan keagamaan melalui Pondok Ramadan bagi warga binaan.

Beragam kegiatan spiritual dilaksanakan, mulai dari kajian tafsir Al-Qur’an, kultum, tadarus Al-Qur’an, salat malam, hingga berbagai perlombaan bernuansa religi yang bertujuan menumbuhkan semangat perubahan diri.

“Alhamdulillah, pada hari ini sekaligus menjadi penutupan kegiatan Pondok Ramadan. Kami juga menyerahkan hadiah kepada warga binaan yang meraih prestasi dalam lomba-lomba yang telah dilaksanakan selama Ramadan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jumadi berharap hubungan silaturahmi antara Lapas Labuha dengan organisasi kepemudaan di Halmahera Selatan dapat terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

“Harapan kami, silaturahmi seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan kolaborasi antara Lapas Labuha dengan organisasi kepemudaan di Halmahera Selatan tetap terjaga dan semakin kuat,” katanya.

Selain pembinaan keagamaan, Lapas Labuha juga menjalankan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, salah satunya melalui kegiatan ketahanan pangan yang merupakan bagian dari program nasional pemerintah.

Program tersebut merupakan implementasi dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian diturunkan melalui kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Di Lapas Labuha kami juga melaksanakan kegiatan ketahanan pangan. Alhamdulillah, dari hasil yang dicapai, Lapas Labuha berhasil menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan hasil produksi pangan terbesar kedua di Provinsi Maluku Utara setelah Tobelo,” ungkapnya.

Ia berharap program pembinaan yang dijalankan di Lapas Labuha mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik organisasi kepemudaan maupun Pemerintah Daerah Halmahera Selatan.

“Harapan kami, seluruh pihak dapat memberikan dukungan dan motivasi agar program-program pembinaan ini terus berkembang, sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kreativitas ketika kembali ke tengah masyarakat,” tutup Jumadi.

 

Reporter: Achul

Editor: Red BaanoaTV