BACAN, BanoaTV – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyoroti kinerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja terkait nasib ratusan pencari kerja asal Halmahera Selatan yang terabaikan.
KNPI Halmahera Selatan menilai Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Halsel tidak hanya gagal melindungi hak tenaga kerja lokal, tetapi justru ikut andil memperparah angka pengangguran di daerahnya sendiri.
Pasalnya berulang kali proses rekrutmen perusahaan tambang besar, seperti Harita Nickel, lebih banyak menyaring tenaga kerja dari luar daerah. Sementara ribuan pencaker lokal hanya menjadi penonton di negerinya sendiri ditinggalkan tanpa arah dan kejelasan masa depan.
“Setiap kali ada lowongan besar, putra putri kami hanya dilibatkan pada tahap awal. Setelah itu tidak ada kabar. Yang diterima justru mereka dari luar daerah,”ungkap Hastomo Ketua KNPI Halmahera Selatan.

Disnaker Halsel dianggap pasif dan tak memiliki daya tawar dalam melindungi kepentingan tenaga kerja lokal. Padahal, perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di Halsel semestinya memprioritaskan warga setempat sesuai komitmen dalam dokumen AMDAL dan kesepakatan CSR.
“Kalau begini terus, Disnaker justru jadi penyumbang angka pengangguran terbesar di Halsel. Ada peluang kerja tapi tidak dimanfaatkan untuk warga sendiri. Ini kegagalan fatal!” tegas Toko Muda Halsel
Menurutnya, tidak sedikit masyarakat menilai Disnaker hanya menjadi jembatan formalitas, tanpa daya dorong untuk memastikan rekrutmen yang adil dan berpihak. Hal ini memperkuat tudingan bahwa ada praktik pembiaran atau bahkan dugaan permainan dalam proses seleksi tenaga kerja tambang.
Kondisi ini sangat kontras dengan janji-janji pemerintah daerah soal prioritas kesejahteraan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal. Sayangnya, kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Ia mendesak agar Bupati Halmahera Selatan mengevaluasi total kinerja Disnaker Halsel.
“Karena Masyarakat kita maupun pencari kerja mereka menuntut transparansi, keadilan, dan keterlibatan nyata Disnaker dalam membuka ruang kerja bagi warga Halsel, bukan sebaliknya menjadi penyebab semakin bertambahnya pengangguran.
“Jangan biarkan kami jadi tamu di tanah sendiri,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disnaker Halsel masih upaya dikonfirmasi wartwan. (Red)




Tinggalkan Balasan