BANAOATV, — Kepala Sekolah SD Negeri 155 Halmahera Selatan, Lousina Karane, akhirnya angkat bicara setelah dirinya dituduh melakukan intimidasi terhadap siswa di sekolah yang ia pimpin. Tuduhan tersebut beredar luas di media sosial dan kampung halamannya di Desa Wooi, Kecamatan Obi Timur.

Dalam keterangan kepada wartawan, Lousina menyampaikan rasa kecewanya atas tudingan yang dinilai tidak berdasar. Ia disebut mengancam siswa tidak akan naik kelas jika tidak membawa minyak goreng sebagai bagian dari tugas keterampilan.

“Informasi yang menyebar di kampung dan Facebook itu tidak benar. Sebagai kepala sekolah, saya hanya ingin yng terbaik untuk siswa-siswi di sekolah ini, yang sudah saya pimpin lebih dari dua tahun,” ujarnya, Selasan (17/6/2025).

Lousina menegaskan, ia tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengaitkan kenaikan kelas dengan keharusan membawa minyak goreng atau barang lain. Bahkan saat isu itu mencuat, ia mengaku tengah berada di Labuha dan bukan di kampung halamannya.

“Saya kaget, tiba-tiba nama saya disebut-sebut di Facebook. Dituduh mengancam siswa agar tidak naik kelas kalau tidak bawa minyak goreng. Itu fitnah. Saya tidak pernah ucapkan hal seperti itu,” jelasnya dengan nada kecewa.

“Saat mendapatkan informasi yang mereka dituduhkan ke saya, saya langsung hubungi dewan guru dan tanya hal itu namun, mereka juga menilai itu tidak benar karena tidak ada ancaman apapun yang kami sampaikan ke murid kami sendiri terkait hal keterampilan,”tambahnya.

Ia menduga informasi yang beredar adalah hoaks yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yng tidak bertanggung jawab. Karena itu, Lousina meminta orang yang menyebarkan tuduhan tersebut untuk segera melakukan klarifikasi dan tidak mencemarkan nama baiknya.

“Saya berharap orang yang menyebarkan informasi keliru itu bisa mengklarifikasi. Jangan main tuduh, apalagi menyebarkan sesuatu yang tidak pernah saya katakan,” tandasnya.

Lousina juga menegaskan apabila yang menyebarkan tuduhan informasi terkait dirinya jika tidak secepatnya memperbarui informasi tersebut, dirinya tidak segan-segan akan menggiring informasi hoaxs ini ke aparat penegak hukum karena merasa dirugikan secara pribadi maupun kelembagaan sekolah. (Red)