Oleh; La Ode Emi, SST,MH

Bupati Halmahera Selatan, Hassan Ali Bassam Kasuba sangat mengharapkan peran dan karya nyata dari SDM ASN. Meraka adalah individu-individu kompetan dan terampil dengan beragam latar belakang keahlian. Secara inklusif dan inovatif, mereka bekerjasama dengan berbagai elemen Masyarakat untuk melayani, memajukan, serta membela Masyarakat dalam mencapai visi-misi kabupaten Halmahera Selatan.

Para SDM  ASN unggul harus mampu mengoptimalkan keberadaannya dalam berbagai peran, khususnya pada sektor pelayanan publik. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah  kondisi lingkungan  ( ekonomi, sosial, politik, tekhnologi dll ). Untuk mersepon perubahan tersebut, bisa jadi dibutuhkan kompetensi baru yang berbeda, dan komoetensi yang lama menjadi tidak relevan lagi.

Kompetensi bukan hanya penguasaan konsep, tapi terlihat dan terukur dari hasil kerja-kerja nyatanya, mulai dari hasil atau impak dalam tataran pribadi, tim kerja, organisasi, ekosistem organisasi, bahkan hingga negara.

Tepat tanggal 15 Mei 2025 Bupati Halsel secara resmi  menetapkan Tiga Pukesmas (PKM) sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), ketiga puskesmas tersbut adalah PKM Labuha, PKM Gandasuli dan PKM Babang. Penerapan BLUD ini merupakan Amanah dari Permendagri 79/2018 dan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 981/2327/keuda tanggal 14 Mei 2018 perihal percepatan penerapan BLUD bidang Kesehatan serta Permenkes Nomor 19 tahun 2024 bahwa Puskesmas dapat menerapkan pola keuangan BLUD sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan tujuan meningkatkan pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat.

Kemudian besok tanggal 19 mei 2025  Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba akan melakukan launching program Universal Health Coverage. Universal Health Coverage yang selanjutnya disingkat UHC adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua penduduk atau paling sedikit 98% dari seluruh penduduk telah terdaftar sebagai Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat. Dengan demikian pemda Halsel yang bekerjasama dengan BPJS telah memastikan bahwa minimal 98% warganya telah menjadi peserta BPJS.

Sosok dibalik layar keberhasilan peresmian BLUD Puskesmas dan Launching UHC adalah dokter Surahmat, yang sering saya sapa dr Sur. Beliau adalah dokter senior yang sudah lama bekerja di kabupaten Halmahera Selatan bahkan sebelum halsel menjadi kabupaten.

Beliau adalah pionir penggagas pengobatan gratis pertama kali di Halsel dengan istilah Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) saat dipimpin oleh Bapak Dr. Muhammad Kasuba, ketika kabupaten lain di Maluku Utara belum berani membuat kebijakan pengobatan gratis.

Saya ingin bercerita sedikit awal pembentukan BLUD Puskesmas, suatu saat pasca pelantikan Bupati Halsel terpilih, dr.Sur menelpon saya menanyakan sebuah nama Dosen Ahli BLUD yang bekerja di Universitas Sebelas Maret Solo, karena tidak terlalu familiar dengan nama tersebut, saya mengusulkan nama lain, yaitu Doktor Sulis yang memamng ahli terkait BLUD. Dokter Sur aktif berkomunikasi dengan bu Sulis mengenai Langkah langkah penyiapan dokumen admintrastif dan persyaratan teknis untuk pembentukan BLUD Puskesmas.

Singkat cerita jadilah tiga BLUD Puskesmas.  BLUD menjadikan PKM Babang, PKM Labuha serta PKM Gandasuli memiliki flexibilitas terkait pengelolaan Keuamgan, SDM dan Aset.

“Terkait UHC beliau adalah penggagas lahirnya PKS ( Perjanjian Kerja Sama) antara BPJS dengan Pemda Halsel untuk pembayaran iuran bagi kepersertaan BPJS yang dananya bersumber dari APBD kabupaten Halmahera Selatan,”tandas La Ode.

Halsel saat ini menuntut munculnya para leader kompeten untuk mengemban agenda transformasi  menuju visi-misi kabupaten Halmahera Selatan demi mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan.