TERNATE, BNtv – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Ternate kembali menyoroti tiga poin penting terkait dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Ternate Tahun 2024.
Anggota Pansus, Muhammad Ghifari Bopeng, mengatakan bahwa diangkatnya direktur definitif sangatlah penting agar kepemimpinan perusahaan lebih kuat dan bertanggung jawab, agar semua utang yang tersisa di Perumda Ake Gaale bisa diselesaikan dan bisa juga berkonstribusi bagi PAD.
“Pansus mendesak penyelesaian utang sebesar Rp 500-san yang merupakan tanggungan Pemkot Ternate. Kemudian langkah-langkah penyelesaian dan penertiban 140 pelanggan yang belum melakukan pembayaran,” ungkap Gifari, di ruang rapat eksekutif DPRD Ternate, Senin (14/3/2025).
Kata dia, hal ini perlu disoroti untuk cepat tindak lanjuti sebab Perumda melalui analisa keuangan di tahun 2025 ditargetkan akan mengalami keuntungan. Sehingga ini membantu pemerintah kota dalam hal kontribusi Pendapatan Asli Daerah.
Sementara, Direktur Perumda Ake Gaale, Muhammad Syafei, dalam rapat tersebut mengakui bahwa beban piutang selain dari pelanggan umum, Syafei mengaku ada juga utang dari Pemkot dan Kedaton Ternate yang hingga kini belum dilunasi.
“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan dan mendukung PAD Kota Ternate, tapi penyelesaian piutang jadi syarat utama untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan,” tandasnya. (Red)




Tinggalkan Balasan