TERNATE, BNtv – PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Ferry Cabang Ternate, Maluku Utara, mengatur sarana dan prasarana dalam mengatasi masalah lonjakan penumpang mudik jelang Lebaran idul Fitri 2025 dengan menyiapkan 13 armada yang akan melintasi berbagai pelabuhan di wilayah Maluku Utara dan Tujuan Bitung.

General Manager ASDP Pelabuhan Ferry Bastiong Ternate, Handoyo Priyanto, dalam keterangan persnya diruang rapat ASDP Ternate, Rabu (26/3/2025) menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 13 kapal untuk menghadapi mudik lebaran idul Fitri 1446 hijriah atau 2025 masehi.

Kata dia, 13 kapal yang disiapkan ASDP Cabang TernateĀ  terbagi 6 (enam) Kapal komersial dan 7 (tujuh) Kapal perintis dengan jumlah lintasan sebanyak 24 lintasan. Lintasan komersial terdiri dari 5 lintasan yaitu Bastiong-Rum, Sidangoli-Rum, Bastiong- Sofifi, Ternate- Bitung, dan Tobelo-Daruba.

“Sementara sisanya 19 lintasan perintis mulai lintasan Bastiong-batang dua, Babang-Kayoa Kayoa-Makian, Makian-Moti, Bastiong-Moti, Babang-Saketa, Kupal-Kasiruta,Kasiruta-Busua, Kupal-Mandioli, Babang-Modopolo, kemudian Modopolo-Obi, Obi-Sanana, Sanana-Mangole, Mangole -Bobong, Tobelo-Subaim, Daruba-Sum-sum, Daruba-Kalorai, Daruba-Dodola dan daruba-Sofifi,” terangnya.

Dirinya menyatakan, Arus mudik sudah mulai meningkat di H-6, di mana sudah ada pergerakan kendaraan khususnya di pelabuhan bastiong terutama kendaraan roda dua dan kendaraan roda 4 jenis kendaraan angkutan logistik. Berdasarkan data H-10 terjadi peningkatan secara total 5 sampai 10 persen.

“Kendaraan roda dua mengalami peningkatan hanya di lintasan Bastiong-Moti-Makian dan lintasan Bastiong-Sofifi. Untuk kendaraan roda 4 sudah ada peningkatan di lintasan Bastiong Sidangoli,” ucapnya.

Selain itu dirinya menghimbau kepada masyarakat pengguna jasa yang melakukan mudik agar kiranya membeli tiket terlebih dahulu sebelum masuk pelabuhan.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa mudik, yang mau masuk ke pelabuhan untuk kiranya sudah mengambil tiket terlebih dulu, supaya menghindari kepadatan antrian di loket, khusunya loket penumpang maupun loket kendaraan roda dua,” pintanya. (Red)