BACAN, BNtv – Harga bahan bakar minyak jenis minyak tanah di Kota Labuha melonjak drastis hingga Rp 14.000 per liter di hari keenam Ramadan. Kenaikan ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 4.000 per liter untuk wilayah Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, dan Bacan Timur.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yg sangat bergantung pda minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Diduga, pemilik pangkalan minyak tanah lebih memilih menjual stok mereka kepada pengecer dengan harga lebih tinggi, sehingga masyarakat harus membeli dengan harga yang semakin mencekik.

Sejumlah pengecer di Desa Tomori dan Labuha mengaku mendapatkan minyak tanah dari pihak lain dengan harga yg sudah melambung, yakni Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per liter.

“Kita jual mahal karena kita beli juga sudah mahal. Misalnya, dia jual ke kita Rp 12.000 per liter, ya kita jual Rp 14.000 supaya ada untung,” ujar seorang pedagang di Desa Tomori, Kamis (6/3/2025).

Namun, ketika ditanya apakah penjual tersebut merupakan pemilik pangkalan resmi, ia mengaku tidak tahu pasti. “Kita beli dri orang lain, dan mereka juga sudah beli dari orang sebelumnya. Jadi kita tidak tahu asal-usulnya,” tambah dia enggan menyebutkan identitasnya.

Situasi ini mengindikasikan adanya permainan hrga di tingkat distribusi yang mengorbankan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait masih upaya dikonfirmasi wartawan untuk mengendalikan harga minyak tanah agar sesuai dengan HET yng berlaku. (Red)