HALSEL, BanoaTV – Poros Muda Makayoa Halmahera Selatan mulai mematangkan tahapan konsolidasi menjelang pelaksanaan Musyawarah ke-3 Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Halmahera Selatan (Halsel). Konsolidasi ini dilakukan untuk memastikan musyawarah berjalan demokratis, terbuka, dan sesuai mekanisme organisasi.
Koordinator Poros Muda Makayoa Halsel, Samsudin Calill, menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah tidak boleh dilakukan secara terburu-buru, apalagi jika prosesnya berpotensi mengakomodasi kepentingan segelintir kelompok.
Menurutnya, seluruh tahapan harus berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), disertai konsolidasi bersama para sesepuh serta keterlibatan seluruh elemen keluarga besar Makayoa.
Ada tiga agenda utama yang menjadi fokus Poros Muda Makayoa.
Pertama, mempelajari secara menyeluruh AD/ART IKB Makayoa Halsel, termasuk struktur organisasi dan mekanisme pelaksanaan musyawarah.
Kedua, memperkuat konsolidasi bersama para sesepuh Makayoa untuk menyatukan pandangan serta memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik.
Ketiga, mempersiapkan pembentukan panitia Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel melalui proses yang terbuka, representatif, dan melibatkan berbagai unsur keluarga besar Makayoa.
Samsudin menilai, konsolidasi menjadi fondasi penting untuk mencegah munculnya polemik yang berpotensi mengganggu persatuan dan persaudaraan di lingkungan IKB Makayoa.
“Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel harus dipersiapkan secara matang. AD/ART menjadi pijakan, sesepuh harus dihormati, dan seluruh elemen Makayoa harus diberi ruang untuk terlibat. Jangan sampai musyawarah yang seharusnya menyatukan justru melahirkan perpecahan akibat proses yang tidak terbuka,” tegasnya.
Ia menambahkan, musyawarah tidak semata-mata menjadi momentum pergantian kepengurusan atau perebutan posisi, tetapi juga kesempatan untuk membenahi organisasi, memperkuat solidaritas, dan menentukan arah IKB Makayoa ke depan.
Karena itu, Poros Muda Makayoa berharap seluruh elemen keluarga besar Makayoa di Halmahera Selatan dapat mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Samsudin menegaskan bahwa konsolidasi harus menjadi jalan menuju persatuan, bukan ruang untuk memaksakan kehendak. Proses musyawarah, menurutnya, harus berlangsung secara sah, transparan, dan menghormati mekanisme organisasi.
Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan seluruh unsur, Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus membangun organisasi yang lebih solid dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Red, BanoaTV





Tinggalkan Balasan