HALMAHERA SELATAN, BanoaTV – Irfandi Hairudin, ketua umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Busua (IPMB) dengan tegas memperingatkan Inspektorat agar tidak bermain kong kali kong dalam menangani hasil temuan pengelolaan Dana Desa Busua.
IPMB menilai adanya indikasi kuat pembiaran dan dugaan upaya menutup-nutupi temuan yang seharusnya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat Busua
IPMB menegaskan bahwa Inspektorat memiliki tanggung jawab moral dan secara hukum untuk bersikap transparan, objektif, dan tidak berpihak oleh siapa pun.
“Jika lembaga pengawas justru terlibat dalam praktik tidak sehat, maka hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,”ujar Irfandi
“Kami ingatkan dengan keras, Inspektorat jangan bermain kong kali kong. Hasil temuan harus dibuka seterang-terangnya ke publik, bukan disimpan atau dilindungi demi kepentingan tertentu,”lanjutnya dengan nada tegas
IPMB juga menyoroti bahwa hingga saat ini masyarakat Desa Busua belum mendapatkan kejelasan pasti terkait hasil temuan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik yang tidak transparan dan berpotensi melanggar hukum.
“Sebagai bentuk keseriusan, IPMB memberikan ultimatum kepada Inspektorat untuk segera mengumumkan hasil temuan kepada masyarakat”,tandasnya.
Menurutnya, jika dalam waktu dekat tidak ada keterbukaan,
maka IPMB siap mengambil langkah tegas, termasuk aksi jilid II dan kami akan pelaporan secara resmi ke aparat penegak hukum. untuk menangani kasus tersebut
IPMB juga menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi praktik kong kali kong dalam pengelolaan keuangan.
“Transparansi adalah harga mati, dan setiap upaya untuk menyembunyikan kebenaran harus dilawan,”pungkasnya.
Red, BanoaTV




Tinggalkan Balasan