TERNATE, BanoaTV — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate menyerukan kepada seluruh insan pers untuk mengedepankan prinsip jurnalisme damai dalam meliput konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah.
Seruan ini disampaikan menyusul situasi yang dinilai sensitif dan berpotensi memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat. AJI Ternate menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan kondusif, serta tidak memperkeruh keadaan melalui penyebaran informasi yang tidak akurat atau provokatif.
Dalam pernyataannya, Ketua AJI TernateYunita Kaunar, mengimbau para jurnalis untuk tetap bekerja secara profesional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
“Setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui proses verifikasi yang ketat, disajikan secara akurat, serta berimbang,”ujar Yunita.
Selain itu, media juga diminta untuk tidak menggunakan narasi yang mengandung unsur kebencian atau provokasi. “Jurnalis diharapkan menghindari penyebutan identitas tertentu yang berpotensi memperuncing konflik, serta menjadikan media sebagai penyejuk suasana, bukan pemicu ketegangan,”tandasnya
AJI Ternate juga menekankan pentingnya pemberitaan yang berorientasi pada kepentingan publik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan persatuan. Media diharapkan mampu membangun pemahaman di tengah masyarakat, bukan justru memperdalam perpecahan.
Di sisi lain, AJI Ternate menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keselamatan masyarakat.
Sebagai bentuk sikap resmi, AJI Ternate menyampaikan sejumlah poin penting, di antaranya mengajak jurnalis untuk mengedepankan jurnalisme damai, menegaskan kepatuhan terhadap kode etik, serta menolak segala bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik.
AJI Ternate juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bijak dalam mengonsumsi serta menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, bersama Sekretaris Suryani S. Tawaru, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat. Oleh karena itu, jurnalisme harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan menjadi sumber konflik.
“Pernyataan sikap ini diharapkan menjadi perhatian bersama dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah konflik yang sedang berlangsung”tegasnya.
Red, BanoaTV




Tinggalkan Balasan