OBI, BanoaTV – Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo meresmikan Jembatan Gantung “Magna Terra” di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (3/3/2026) pukul 15.40 WIT.

Jembatan tersebut menjadi solusi atas keterisolasian warga yang selama puluhan tahun harus menghadapi risiko tinggi saat menyeberangi sungai, terutama pada musim hujan.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, serta jajaran TNI di bawah Kodam XV/Pattimura.

Peresmian turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Ir. Fachrudiin Tukuboya, S.T., M.M., yang mewakili Gubernur Maluku Utara, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul.

Secara geografis, Desa Bobo berada di wilayah kepulauan dengan karakteristik sungai berarus deras saat musim penghujan. Sungai tersebselama ini menjadi pemisah antara permukiman warga dan akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Ketiadaan jembatan permanen memaksa warga menyeberang secara manual dengan risiko keselamatan yang tinggi. Anak-anak sekolah menjadi kelompok paling terdampak, terutama ketika debit air meningkat. Tak jarang aktivitas belajar terganggu karena kondisi sungai yang tidak memungkinkan untuk dilintasi.

Permasalahan ini sempat menjadi perhatian publik nasional setelah video siswa menyeberangi sungai tanpa jembatan beredar luas di media sosial dan diliput sejumlah media televisi nasional. Sorotan tersebut mendorong percepatan koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur TNI guna menghadirkan solusi permanen.

Model pembangunan berbasis sinergi ini dinilai efektif untuk menjawab tantangan geografis di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara yang memiliki tingkat kesulitan akses dan biaya logistik yang tinggi.

Dalam sambutannya sebelum prosesi pemotongan pita, Pangdam XV/Pattimura menyampaikan bahwa dukungan pembangunan infrastruktur di Desa Bobo tidak berhenti pada peresmian Jembatan “Magna Terra”.

Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat masyarakat Desa Bobo direncanakan kembali menerima bantuan pembangunan jembatan melalui dukungan perusahaan swasta, yakni Harita Group.

Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil menjadi bagian dari pola kolaborasi multipihak yang semakin dibutuhkan.

“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada siklus anggaran pemerintah,” ujarnya.

Keberadaan Jembatan Gantung “Magna Terra” diproyeksikan membawa dampak besar bagi mobilitas warga. Dari sisi sosial, akses anak-anak menuju sekolah kini menjadi lebih aman dan stabil sepanjang tahun. Ketergantungan pada kondisi arus sungai yang sebelumnya menjadi faktor pembatas dapat diminimalkan.

Sementara dari aspek ekonomi, jembatan tersebut membuka konektivitas distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga ke pasar yang lebih luas. Selama ini, keterbatasan akses menyebabkan tingginya biaya angkut serta memperlambat perputaran ekonomi desa.

Dengan hadirnya infrastruktur penghubung yang permanen, Desa Bobo kini memiliki fondasi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Jembatan “Magna Terra” bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terluar dan kepulauan.

 

Reporter: Adhy

Editor: Red BanoaTV