HALSEL, BanoaTV – Pelajar Mahasiswa Botang Lomang Maluku Utara (PB HIPMABOL-MALUT) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Desa Prapakanda, Kecamatan Botang Lomang, atas keberhasilannya menginisiasi dan menjalankan Program Swasembada Pangan Komoditas Jagung yang kini mulai menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat desa.

Ketua PB HIPMABOL-MALUT, Apriyadi Agus. dalam pernyataannya menilai bahwa langkah progresif yang dilakukan Pemerintah Desa Prapakanda merupakan wujud kepemimpinan visioner yang mampu membaca kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Program penanaman jagung yang dikelola secara partisipatif bersama warga telah membuka peluang ekonomi baru serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Prapakanda beserta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan program swasembada pangan. Ini adalah bukti bahwa desa mampu berdikari jika dikelola dengan komitmen dan keberanian berinovasi,” ujar KETUA UMUM PB HIPMABOL-MALUT.

Lebih lanjut, PB HIPMABOL-MALUT menegaskan bahwa Desa Prapakanda layak dijadikan cerminan dan contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya dalam membangun sektor pertanian berbasis potensi lokal. Keberhasilan ini dinilai bukan hanya prestasi desa semata, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pembangunan kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan sumber daya.

Di sisi lain, PB HIPMABOL-MALUT juga menyoroti program penanaman jagung serentak yang dicanangkan di sejumlah desa lain pada bulan Oktober 2025 sebagai bagian dari agenda swasembada pangan daerah. Hingga saat ini, beberapa desa yang turut mengikuti program tersebut belum menunjukkan hasil maksimal dan masih menghadapi berbagai kendala teknis maupun pendampingan.

“Keberhasilan Desa Prapakanda seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi desa-desa lain. Kami mempertanyakan sejauh mana progres program penanaman jagung serentak yang dilakukan Oktober 2025 lalu, serta apa kendala yang menyebabkan belum tercapainya hasil yang diharapkan,” tegas PB HIPMABOL-MALUT.

PB HIPMABOL-MALUT mendorong pemerintah daerah terkait agar melakukan pendampingan berkelanjutan, menyediakan akses bibit unggul, serta memastikan dukungan infrastruktur pertanian agar program swasembada pangan tidak berhenti sebatas seremonial, melainkan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan adanya keberhasilan Desa Prapakanda, harapan besar muncul agar semangat kemandirian pangan ini dapat menyebar ke seluruh desa di Halmahera Selatan, demi mewujudkan daerah yang kuat, mandiri, dan berdaya saing di sektor pertanian lokal.

 

(Tim) (Red) BanoaTV