TERNATE, BanoaTV – Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Muhajirin Bailussy terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen strategis di Maluku Utara guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Selain memperkokoh soliditas internal, kami juga membangun konsolidasi dan kemitraan dengan pemerintah, legislatif, hingga pihak swasta yang berkontribusi bagi daerah ini,” ujar Ketua IKA PMII Malut, Muhajirin Bailussy, didampingi Sekretaris Wilayah Rahdi Anwar, usai melakukan audiensi dengan manajemen PT Harita Group di Ternate, Selasa (2/12/2025).

Muhajirin menegaskan bahwa selama satu dekade keberadaan IKA PMII Malut, organisasi ini telah ikut berkontribusi terutama pada sektor pendidikan. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, pihaknya merencanakan pelantikan yang akan dipusatkan di Kabupaten Pulau Morotai pada Januari 2026.

Anggota DPRD Malut Dapil Ternate–Halbar sekaligus Ketua Komisi IV itu juga menyampaikan pesan Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, dan Ketua Dewan Pembina IKA PMII Malut yang juga Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe, agar IKA PMII meningkatkan sinergi lintas sektor demi pembangunan daerah.

Jelang pelantikan di Morotai, IKA PMII Malut juga akan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan di Kota Ternate yang melibatkan masyarakat.

Sementara itu, Non Government Relation Harita Nickel, Handi, menyatakan bahwa Harita Nickel selalu membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat Malut, termasuk IKA PMII.

“Kami siap bersinergi, melakukan terobosan dan inovasi bersama demi membangun Maluku Utara,” kata Handi. Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi Malut yang kini tertinggi di Indonesia, kolaborasi antara perusahaan tambang dan pemangku kepentingan menjadi keharusan.

Diketahui, IKA PMII periode 2025–2030 resmi menerima pengesahan Kementerian Hukum dan HAM melalui SK Nomor AHU 0000589.AH.01.08.2025. Ketua Umum IKA PMII, Fathan Subchi, menginstruksikan seluruh pengurus pusat hingga daerah untuk segera bekerja mengeksekusi program.

Fathan menilai SK tersebut menjadi penanda berakhirnya dinamika Munas ke-7 serta memulai konsolidasi besar alumni PMII. Ia menekankan perlunya penyusunan blue print pengembangan kader, pembenahan database anggota, perbaikan struktur hingga konsolidasi pusat–daerah yang selama hampir 10 tahun belum optimal.

“Kita harus akui beberapa tahun terakhir IKA PMII relatif stagnan. Karena itu, dalam lima tahun ke depan kita harus menuntaskan pekerjaan fundamental tersebut,” tegas Fathan.

Anggota BPK RI itu optimistis bahwa potensi alumni PMII sangat besar, baik dari segi jumlah maupun kualitas, karena telah tersebar di berbagai sektor strategis seperti pemerintahan, legislatif, birokrasi, pendidikan, swasta, hingga tokoh masyarakat.

 

Reporter: Adhy

Editor: Redaksi BanoaTV