BACAN, BanoaTV – Gelombang protes mengguncang Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, menyusul tindakan sepihak Penjabat (Pj) Kepala Desa, Narjo Abu, yang diduga memberhentikan seluruh perangkat desa tanpa dasar yang jelas. Warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengecam keras kebijakan itu dan menuntut Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, segera turun tangan.

Ketua BPD Kaireu, Adnan Badar, mengungkapkan bahwa Narjo Abu mulai aktif sebagai Pj Kades sejak pertengahan Februari 2025, setelah menggantikan Mahmud Abubakar. Namun, belum genap sebulan bertugas, Narjo langsung mengganti semua perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa, tanpa proses musyawarah atau klarifikasi.

“Pj Kades langsung main pecat tanpa alasan yang jelas. Semua perangkat desa diganti begitu saja. Ini tindakan otoriter dan mencederai prinsip pemerintahan desa yang partisipatif,” tegas Adnan, Senin (7/7/2025), di halaman Kantor DPMD Halsel.

Ia juga menyebut, SK penunjukan Narjo Abu sebenarnya tertanggal 26 November 2024, namun baru menjalankan tugas pada Februari 2025. Begitu menjabat, langkah pertama yang diambil adalah ‘bersih-bersih jabatan’, mengganti aparat desa dengan orang baru.

“Kami tidak tahu apa motifnya. Sebagai BPD, kami merasa dilangkahi dan khawatir langkah seperti ini justru memecah belah masyarakat,” tambahnya.

Meski pelayanan publik masih berjalan, atmosfer di tengah warga mulai memanas. Sejumlah kaur dan kader posyandu yang diberhentikan juga buka suara. Mereka menyebut kepemimpinan Narjo Abu jauh dari nilai musyawarah dan kearifan lokal yang selama ini dijunjung.

“Mantan kades Mahmud Abubakar jauh lebih bijak. Semua kebijakan beliau selalu dimusyawarahkan, tidak seperti sekarang yang otoriter dan asal ganti,” kata salah satu kader posyandu yang tak ingin disebutkan namanya.

Mereka juga menuding ada upaya politis untuk menjatuhkan Mahmud Abubakar, namun kenyataan di lapangan menunjukkan keberhasilan mantan kades itu dalam membangun infrastruktur dan memberdayakan masyarakat desa.

“Kami ingin pak Mahmud dikembalikan. Kepemimpinannya nyata, bukan sekadar main perintah dan pecat orang seenaknya,” tegas warga lainnya.

Masyarakat Desa Kaireu kini mendesak Bupati Bassam Kasuba mengevaluasi dan mencopot Narjo Abu sebagai Pj Kades. Mereka menilai tindakan sepihak ini berpotensi menimbulkan konflik horizontal di masyarakat dan mencoreng nama baik pemerintahan desa.

“Kalau tidak ditindaklanjuti, kami khawatir gejolak ini akan meluas. Kami minta Bupati segera bersikap,” pungkas Adnan.

 

 

Reporter: adhy |Editor:Redaksi BanoaTV