BACAN, BanoaTV – Akses menuju kantor DPRD, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan lumpuh total, Selasa (8/7/2025).
Tiga ruas jalan utama yang mengarah ke kompleks perkantoran tersebut dipalang oleh pemilik lahan, Bakir Maringking, sebagai bentuk protes keras atas janji pemerintah daerah yang tak kunjung ditepati selama 17 tahun.
Aksi pemalangan dilakukan Bakir sejak pagi dan berdampak langsung pada aktivitas pegawai serta pelayanan publik. Ratusan ASN dan warga yang hendak mengurus keperluan terpaksa berputar arah, sementara kendaraan dinas tertahan.
“Sejak 2007 tidak ada kejelasan. Saya sudah sabar bertahun-tahun, tapi Pemda terus mengabaikan. Semua dokumen lahan ini ada pada saya. Dulu saya buka blokade karena diminta baik-baik, tapi nyatanya hanya janji palsu,” tegas Bakir saat ditemui di lokasi pemalangan.
Ia menyatakan tidak akan membuka akses jalan sebelum ada penyelesaian resmi dan tertulis dari Pemkab Halsel. Menurutnya, tanah yang kini digunakan sebagai akses utama menuju kantor-kantor strategis itu belum pernah dibebaskan secara sah oleh pemerintah.
“Saya ingin hak saya dihargai. Pemda jangan anggap masyarakat ini bodoh. Ini negara hukum, dan saya punya bukti legal!” imbuhnya dengan nada tinggi.
Di kesempatan itu, Bakri lantas mempertanyakan keseriusan Pemda Halsel dalam menyelesaikan konflik agraria yang kerap dibiarkan berlarut hingga mengganggu layanan publik.
Hingga berita ini ditayangkan, tidak ada satu pun perwakilan Pemkab Halsel yang datang menemui Bakir atau memberi pernyataan resmi. Aksi pemalangan masih berlangsung, sementara warga berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk membuka kembali akses vital tersebut.
Reporter: Adhy |Editor:Redaksi BanoaTV




Tinggalkan Balasan