BanoaTV – Sejumlah tanaman rempah yang memiliki masa panen relatif singkat kini mulai diminati masyarakat sebagai solusi ketahanan pangan sekaligus peluang ekonomi rumah tangga. Tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan daun bawang dinilai mudah dibudidayakan serta dapat dipanen dalam waktu cepat.

Beberapa petani dan pegiat pertanian lokal Halmahera Selatan menyebutkan, tanaman rempah cepat panen sangat cocok dikembangkan di lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah. Selain perawatannya sederhana, permintaan pasar terhadap rempah-rempah juga terus meningkat, baik untuk kebutuhan dapur, industri kuliner, hingga bahan baku jamu dan obat tradisional.

“Jahe dan kunyit misalnya, sudah bisa dipanen dalam waktu 6–8 bulan. Bahkan serai dan daun bawang bisa dipanen lebih cepat, sekitar 2–3 bulan,” ujar salah satu penyuluh pertanian di Halmahera Selatan.

Selain bernilai ekonomis, tanaman rempah juga memiliki manfaat kesehatan. Kandungan antioksidan dan zat aktif di dalamnya dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga konsumsi rempah masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Kemudian itu, tanaman cepat panen yang populer di Indonesia meliputi sayuran daun seperti Kangkung, Bayam, Sawi (Hijau & Pakcoy), dan Selada yang bisa dipanen dalam 3-6 minggu, serta ada juga Bawang Merah, Lobak, dan Jamur Tiram dengan siklus panen relatif cepat, ideal untuk pekarangan atau pot karena mudah tumbuh dan permintaannya stabil di pasaran.

Sayuran Daun (Panen 3-6 minggu)

Kangkung: Paling cepat, bisa 3 minggu, tumbuh di lahan sempit.

Bayam: 4-5 minggu, mudah di pekarangan atau dekat jendela.

Sawi Hijau & Pakcoy: Sawi sendok/pakcoy cepat, cocok di pot.

Selada: 40-60 hari, cocok untuk hidroponik atau pot, bisa di tempat teduh.

Daun Bawang: Sekali tanam bisa panen berkali-kali.

Kemangi: Tanaman herbal sekaligus sayuran daun.

Pemerhati pertanian menilai, pengembangan tanaman rempah cepat panen perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah, baik melalui pelatihan, bantuan bibit unggul, maupun pendampingan pemasaran. Hal ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong kemandirian pangan berbasis lokal.

Dengan potensi yang dimiliki, tanaman rempah cepat panen diharapkan menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu menopang ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor pertanian di daerah.

 

Tim

Editor: Redaksi BanoaTV