Halmahera Selatan, BanoaTV – Pemadaman listrik kembali terjadi di wilayah Kayoa Barat sejak pukul 21.00 WIT hingga keesokan harinya. Kondisi ini memicu keluhan warga di Desa Bokimake, Sidanga, dan Lata-Lata yang merasa aktivitas mereka terganggu akibat gangguan listrik berulang.

Sejumlah warga menyebut pemadaman listrik kerap terjadi tanpa pemberitahuan yang jelas serta berlangsung cukup lama, bahkan hingga satu hari penuh. Minimnya respons dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menjadi sorotan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Agitasi dan Propaganda (Agipro) LMND Maluku Utara, Asri S Gosora, angkat bicara. Ia menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pelayanan publik di sektor kelistrikan.

“Pemadaman yang terus berulang tanpa solusi nyata menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan listrik. Ini tidak bisa dibiarkan karena listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Asri.

Ia juga menyoroti alasan keterbatasan operasional yang kerap disampaikan, yang dinilai tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pemadaman listrik telah berdampak luas terhadap aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga perekonomian warga di Kayoa Barat.

LMND Maluku Utara pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan listrik di wilayah tersebut, serta transparansi dari pihak PLN terkait penyebab gangguan dan langkah penanganannya.

“Kami mendorong adanya langkah konkret dan cepat agar masyarakat tidak terus dirugikan. Pelayanan listrik harus diperbaiki secara serius,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman maupun upaya penanganan di wilayah Kayoa Barat.

 

Red, banoaTV