HALMAHERA SELATAN, BanoaTV – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI) mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera melakukan pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan lintas Labuha–Indari, khususnya pada dua titik rawan di kawasan Gunung Desa Kaptusan–Poang dan Gunung Desa Sumatinggi–Poang.

IPMI menilai kondisi kedua titik tersebut membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah karena jalur Labuha–Indari merupakan akses vital yang menunjang mobilitas masyarakat, mulai dari aktivitas pendidikan, perekonomian, pelayanan kesehatan hingga kebutuhan sosial lainnya.

Masyarakat desa di sepanjang jalur tersebut masih sangat bergantung pada transportasi darat sebagai akses utama. Karena itu, kondisi jalan yang rawan, terutama saat musim hujan, berpotensi menghambat aktivitas masyarakat sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Secara khusus, IPMI menyoroti kondisi jalan di Gunung Desa Kaptusan–Poang dan Gunung Desa Sumatinggi–Poang. Kedua lokasi tersebut dinilai perlu segera mendapatkan penanganan teknis agar akses transportasi masyarakat tetap aman dan dapat dilalui dalam berbagai kondisi cuaca.

IPMI menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan atau jatuhnya korban sebelum mengambil tindakan. Langkah pencegahan harus menjadi prioritas melalui pemeriksaan teknis, pembangunan, serta perbaikan pada titik-titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, IPMI meminta agar proses perencanaan pembangunan berskala besar maupun sistem pengerjaan per zona tidak menjadi alasan untuk menunda penanganan titik-titik kritis tersebut.

Menurut IPMI, karena lokasi yang membutuhkan perhatian relatif terbatas, pemerintah daerah seharusnya dapat mengambil langkah penanganan secara terukur dan berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan. Terlebih, kondisi jalan tersebut sangat menentukan kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya ketika hujan.

Bagi IPMI, keselamatan masyarakat dan konektivitas antarwilayah harus menjadi prioritas. Penanganan titik rawan tidak seharusnya bergantung pada selesainya seluruh tahapan proyek pembangunan besar.

IPMI juga mengingatkan bahwa misi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur terpadu berbasis kepulauan dan konektivitas antarwilayah harus dibuktikan melalui ketersediaan akses jalan yang aman, layak, dan berkelanjutan.

EMPAT TUNTUTAN IPMI

Sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pembangunan infrastruktur daerah, Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari menyampaikan empat tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan:

Mendesak Pemkab Halmahera Selatan segera membangun dan menangani titik rawan di kawasan Gunung Desa Kaptusan–Poang dan Gunung Desa Sumatinggi–Poang.

Memprioritaskan penanganan kedua titik tersebut tanpa harus menunggu pelaksanaan proyek pembangunan berskala besar atau sistem pengerjaan per zona.

Memastikan kondisi jalan aman dan layak dilalui masyarakat, termasuk saat musim hujan.

Menjamin konektivitas transportasi darat antardesa demi kelancaran pendidikan, perekonomian, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan sosial masyarakat.

IPMI menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat harus menunggu terjadinya kecelakaan terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian dan penanganan terhadap kondisi jalan yang membahayakan.

Keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu birokrasi yang berlarut-larut. Pemkab Halmahera Selatan harus segera mengambil langkah konkret. Sebab, jalan Labuha–Indari bukan sekadar jalur penghubung antardesa, melainkan akses penting yang menopang kehidupan masyarakat di sepanjang wilayah tersebut.

 

Red, Banoatv