HALMAHERA SELATAN Banoatv.com — Pemuda Desa Waringi, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, mempertanyakan keterbukaan Pemerintah Desa Waringi terkait program dan anggaran kepemudaan, termasuk kejelasan realisasi pembangunan lapangan olahraga yang sebelumnya disebut telah dijanjikan oleh pemerintah desa.
Persoalan tersebut disampaikan oleh salah seorang pemuda Desa Waringi, Bung Mahdi, yang menilai pemerintah desa perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai program kepemudaan yang telah direncanakan maupun anggaran yang telah dialokasikan melalui APBDes.
Menurut Mahdi, pemuda memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan generasi muda, termasuk fasilitas olahraga yang dinilai penting sebagai ruang pengembangan bakat dan aktivitas positif masyarakat.
“Kami sebagai pemuda Desa Waringi merasa kecewa. Kami ingin tahu berapa anggaran yang dialokasikan untuk kepemudaan, programnya apa saja, dan sejauh mana realisasinya. Jangan sampai pemuda hanya dilibatkan ketika pemerintah membutuhkan dukungan, tetapi ketika kami membutuhkan fasilitas dan ruang untuk berkembang justru tidak ada kejelasan,” ujar Mahdi.
Selain anggaran kepemudaan, Mahdi juga menyoroti rencana pembangunan lapangan olahraga di Desa Waringi. Ia meminta pemerintah desa memberikan kepastian mengenai status program tersebut, termasuk apakah telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran desa atau masih sebatas rencana.
Ia menilai keberadaan fasilitas olahraga penting bagi generasi muda, bukan hanya sebagai tempat berolahraga, tetapi juga sebagai ruang pembinaan bakat, interaksi sosial, serta kegiatan positif untuk mencegah anak muda terjerumus dalam aktivitas yang merugikan.
“Kalau memang lapangan itu sudah dijanjikan, kami ingin tahu kapan direalisasikan. Kalau belum bisa dibangun, pemerintah desa harus menjelaskan apa kendalanya dan bagaimana rencana ke depannya,” tegasnya.
Mahdi juga meminta Pemerintah Desa Waringi membuka informasi mengenai program dan anggaran yang berkaitan dengan kepemudaan, termasuk besaran anggaran, bentuk kegiatan, serta realisasi penggunaannya.
Menurutnya, keterbukaan tersebut penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya mendengar janji. Pemuda membutuhkan kepastian dan bukti nyata. Kalau ada anggaran untuk kepemudaan, mari dibuka secara transparan. Kalau ada program, mari kita lihat realisasinya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan pemuda bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial dan partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan desa.
Mahdi berharap Pemerintah Desa Waringi dapat membuka ruang dialog bersama pemuda, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat untuk membahas program kepemudaan serta rencana pembangunan fasilitas olahraga.
“Kami menghormati pemerintah desa, tetapi kami juga memiliki hak untuk bertanya. Kami ingin pembangunan yang nyata, bukan sekadar janji. Pemuda Waringi membutuhkan ruang untuk berkembang dan pemerintah desa harus hadir untuk itu,” pungkas Mahdi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari Pemerintah Desa Waringi mengenai besaran anggaran kepemudaan, status perencanaan pembangunan lapangan olahraga, maupun alasan apabila program tersebut belum direalisasikan.
Redaksi membuka ruang bagi Kepala Desa Waringi dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi serta hak jawab agar informasi mengenai persoalan tersebut dapat disampaikan secara berimbang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Red, BanoaTV





Tinggalkan Balasan