BACAN, BanoaTV — Banjir berulang kembali melanda Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, pada 2–3 Desember 2025. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari memicu luapan Sungai Akelamo dan beberapa anak sungai lainnya, menyebabkan ratusan rumah terendam serta merusak akses jalan utama desa.

Berdasarkan laporan resmi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Halmahera Selatan, banjir mulai terjadi pada Selasa hingga Rabu dengan puncak kejadian pada pukul 08.30 WIT. Tim BPBD yang terdiri dari Kalaksa BPBD, Kabid Darurat, Kapus Sumber Makmur beserta staf, dan delapan personel BPBD melakukan investigasi lapangan didampingi Kepala Desa Sumber Makmur.

Dampak Banjir

BPBD mencatat dampak kerusakan cukup signifikan, di antaranya:

201 unit rumah warga terendam banjir.

Kerusakan jalan utama di 10 titik dengan panjang rata-rata 50 meter per titik.

Akses ekonomi dan pendidikan terganggu akibat lumpuhnya mobilitas warga dan siswa.

Pendapatan petani menurun karena area kebun dan jalur distribusi terdampak.

Penanganan pasien yang membutuhkan rujukan menjadi terhambat akibat akses menuju fasilitas kesehatan terganggu.

Hasil kaji cepat TRC BPBD Halsel mengungkap bahwa banjir dipicu oleh beberapa faktor utama, antara lain:

Kerusakan vegetasi di area hulu.

Pendangkalan dan penyempitan badan sungai.

Lalu lintas intens kendaraan pengangkut kayu keluar masuk Desa Sumber Makmur.

Kerusakan hutan akibat penebangan kayu.

Saluran drainase yang belum tertata dengan baik.

Kebutuhan Mendesak

BPBD merekomendasikan sejumlah langkah penanganan darurat dan jangka panjang, yaitu:

Normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 2 kilometer.

Perbaikan jalan utama di 10 titik yang rusak.

Rapat lintas sektor untuk mengevaluasi perizinan penebangan kayu di sekitar wilayah desa.

Kendala dan Tindak Lanjut

Salah satu kendala utama adalah kerusakan jalan di 10 titik menuju Desa Sumber Makmur, yang menghambat proses penanganan.

BPBD Halsel juga telah mengambil langkah lanjutan, di antaranya:

Mengimbau warga tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan.

Melakukan perhitungan cepat kebutuhan penanganan darurat.

Melaporkan hasil kaji cepat kepada pimpinan daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan BNPB.

Berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan instansi terkait lainnya.

Reporter: Adhy

Editor: Redaksi BanoaTV