SOFIFI, BanoaTV — Warga Desa Kawasi, Halmahera Selatan, menyampaikan keberatan keras terhadap narasi kampanye lingkungan yang dibawa Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

Mereka menilai sejumlah tudingan yang dilontarkan dalam kampanye tersebut seperti menyebut warga sebagai “orang miskin” hingga “minum air lumpur” tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga dianggap melecehkan martabat masyarakat Kawasi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa narasi WALHI telah keluar dari konteks perjuangan lingkungan dan justru menyerang harkat penduduk.

“Kami merasa itu bentuk pelecehan terhadap masyarakat Kawasi. Kondisi sebenarnya tidak seperti yang mereka sampaikan,” tegasnya.

Senada, warga lainnya, Jofi Cako, menilai WALHI telah melampaui batas dengan menciptakan opini negatif yang tidak sesuai realitas di lapangan.
“Kegiatan yang digelar WALHI ini terlalu melebar dan terlalu jauh mengintervensi persoalan Kawasi. Secara substansi, itu tidak tepat,” ujarnya. Sabtu, (29/11/3025).

Ia menambahkan, kampanye yang tidak berdasar seperti itu justru memicu potensi gesekan sosial.
“Yang terjadi justru memunculkan ketegangan di tengah masyarakat. Sudah cukup membuat opini-opini yang berdampak buruk bagi warga,” katanya.

Terkait isu air bersih dan listrik yang selama ini kerap dijadikan alasan demonstrasi, warga menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan ketidakmampuan perusahaan, melainkan gangguan teknis dan tindakan ilegal yang dilakukan sebagian pihak.

“Air itu tinggal diputar di kran. Hanya saja saudara-saudara di Pemukiman Lama tidak mau pindah, dengan berbagai alasan,” ujar seorang warga.

Mereka juga menyebut keberadaan oknum dari luar Kawasi yang kerap melakukan penyambungan listrik ilegal sebagai penyebab terganggunya pasokan listrik.

“Kalau saja mereka mau pindah, semua kegelisahan itu sebenarnya sudah terjawab,” tegasnya.

Warga berharap WALHI lebih berhati-hati dalam menyampaikan narasi dan tidak membangun opini yang dapat memecah belah masyarakat.

Reporter: Adhy

Editor: Redaksi BanoaTV