BACAN, BanoaTV — Pascabencana banjir yang menerjang wilayah Bacan dan sekitarnya pada Minggu, 22 Juni 2025 lalu, sebanyak 21 jenis penyakit tercatat mulai menyerang warga terdampak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan menyatakan, penyakit ini telah ditangani secara cepat, preventif, dan merata di semua titik, baik tempat pengungsian maupun rumah-rumah warga.
Berdasarkan data dari posko utama tanggap darurat, beberapa penyakit paling banyak ditemukan antara lain:
Mialgia (nyeri otot): 6 kasus, Febris (demam): 5 kasus, Hipertensi (HT): 4 kasus, Batuk: 3 kasus, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut): 3 kasus, Sefalgia (sakit kepala): 3 kasus, Luka (Vulnus): 3 kasus, General Weakness (lemah badan): 2 kasus
Sementara itu, sejumlah penyakit lainnya tercatat dengan masing-masing satu kasus meliputi: diare, dispepsia, karies gigi, gingivitis, gout, hiperurisemia, nyeri perut, parestesia, dugaan masalah perut (susp. abdomen), tonsilitis, vertigo, dan muntah.
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim dalam keterangannya kepada BanoaTV, juga memastikan bahwa seluruh kasus telah dan sedang ditangani secara profesional.
“Kami bergerak cepat sejak hari pertama banjir surut dengan menyediakan satu posko utama. Tapi petugas keliling ke tempat-tempat pengungsian dan melakukan kunjungan di rumah-rumah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir hingga pada distribusi obat-obatan dilakukan secara menyeluruh dan merata. Tidak ada satu pun titik pengungsian yang kami abaikan,” ujar Asia
Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah mengunjungi sejumlah wilaayah yang terdampak parah dan memberikab layanan kesehatan secara gratis yang tersebar di wilayah Bacan, terutama di Desa Labuha, Amasing Kota, Amasing Kota Barat, Amasing Kota Utara dan Desa Amasing Kali, yang merupakan wilayah terdampak terparah.
Dinkes juga mengerahkan tim surveilans untuk mendeteksi potensi penyebaran penyakit menular secara dini. “Kami juga lakukan edukasi langsung ke masyarakat soal sanitasi, air bersih, dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima pengobatan, tapi juga memahami cara mencegah agar tidak terjadi ledakan kasus,” tambahnya.
Asia menambahkan dinas kesehatan terus melakukan pemantauan ketat. Jika ada gejala serius atau keluhan baru dari warga, pihak minta segera dilaporkan ke petugas kesehatan terdekat agar bisa ditangani cepat.
Reporter: Adhy | Editor: Redaksi BanoaTV




Tinggalkan Balasan