JAILOLO, BNtv – Bupati Halmahera Barat, James Uang, menyambut baik aspirasi warga Desa Goro-Goro, Kecamatan Sahu, terkait tuntutan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah mereka.
Dalam pernyataannya, Bupati meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak bertindak anarkis karena proses pembangunan sedang berjalan sesuai prosedur.
“Permintaan warga sudah kami bahas bersama Sekda dan Kadis PU. Tahun ini sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar khusus untuk pembangunan jalan di Desa Goro-Goro,” ujar Bupati James Uang, Senin (14/4/2025).
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme, termasuk proses tender hingga penandatanganan kontrak. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat memahami prosedur yang berlaku agar pembangunan berjalan sesuai aturan.
“Saya minta warga bersabar. Kalau tidak mengikuti aturan, saya khawatir nanti bisa berurusan dengan aparat penegak hukum. Jadi kita jalankan sesuai mekanisme,” tambahnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di berbagai wilayah, termasuk dari Ake Lamo ke Kampung Susupu, dari Ake Lamo ke Kecamatan Sahu Timur, dalam kota Jailolo, Kecamatan Ibu, hingga Loloda.
“Anggaran ini dibagi ke berbagai wilayah sesuai skala prioritas. Jadi saya tegaskan bahwa semua dilakukan sesuai aturan dan rencana yang telah disepakati bersama,” ujar James.
Ia pun berjanji, pembangunan tahap awal jalan di Desa Goro-Goro akan dimulai pada bulan Mei sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah. Jika dalam proses berjalan ada kebutuhan tambahan anggaran, akan dibahas lebih lanjut menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Koordinator Aksi dari warga Desa Goro-Goro, Toni Ido, menyampaikan bahwa unjuk rasa yang dilakukan merupakan hasil advokasi dan investigasi oleh Pemuda Wayoli Provinsi Maluku Utara. Mereka menilai kondisi jalan di Desa Goro-Goro sangat memprihatinkan dan mendesak perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami sudah berdiskusi dengan masyarakat di Goro-Goro. Jalan di sana rusak parah dan sangat menyulitkan warga dalam beraktivitas. Kami minta ada kepastian dari Pak Bupati mengenai waktu pelaksanaan pembangunan jalan,” tegas Toni.
Ia juga menekankan bahwa dalam audiensi terbuka, Bupati telah menyampaikan komitmen bahwa pembangunan jalan dimulai awal Mei. Jika janji tersebut tidak ditepati, Toni mengancam akan kembali turun dengan massa yang lebih besar untuk menuntut komitmen tersebut.
“Kami akan kembali aksi dengan jumlah massa lebih besar kalau janji itu tidak ditepati,”tutupnya. (Riwan/Red)




Tinggalkan Balasan