BACAN, BanoaTV – Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Halmahera Selatan melontarkan kritik keras kepada aparat penegak hukum terkait tambang emas ilegal di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat. Mereka menantang langsung Kapolres Halsel, AKBP Hendra Gunawan, untuk membuktikan keberanian dan komitmen dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Ketua DPC GPM Halsel, Harmain Rusli, SH, menuding penutupan tambang pda Agustus 2024 hanyalah formalitas tanpa pengawasan nyata. Ia menyebut ada aliran dana Rp60 juta kepada oknum tertentu yng diduga “membekingi” aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Kami menantang Kapolres dan Kapolda Malut untuk usut tuntas dana 60 juta dan tindak tegas semua tambang ilegal di Kusubibi. Kalau tambang masih beroperasi, berarti adaa yang melindungi!” tegas Harmain.

Meski tambang Kusubibi resmi ditutup karena tidak memiliki izin, aktivitas penambangan liar diduga masih berlangsung diam-diam. GPM juga menyinggung insiden tragis empat penambang asal Manado yang tewas tertimbun lubang tambang pada 7 Agustus 2024, namun kasusnya disebut tak pernah dibuka ke publik.

Harmain menilai lemahnya pengawasan serta keterlibatan oknum menjadi akar masalah. Ia mendesak Kapolda Malut mengusut tuntas dugaan dana patungan Rp60 juta dari pemilik toromol yg dinikmati segelintir pihak.

“Tambang Kusubibi sudah menelan korban dan merusak lingkungan. Jika dibiarkan, ini jadi preseden buruk bagi daerah lain,” ujarnya.

GPM juga menyoroti minimnya transparansi aparat dan meminta Polres membentuk tim pengawasan tambang ilegal yang melibatkan masyarakat serta pemerintah desaa. Mereka menegaskan siap mendukung penertiban jika dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba tlah mengumumkan penutupan tambang Kusubibi karena tak berizin. Namun GPM menilai langkah itu hanya seremonial, sebab penambangan liar disebut kembali marak pada pertengahan 2025.

“Rakyat Kusubibi bukan musuh hukum, tapi korban kebijakan setengah hati. Jika pemerintah serius, legalkan tambang rakyat. Kalau tidak, bersihkan oknum yang bermain di balik tambang ilegal,” tutup Harmain.

Reporter: Adhy

Editor: Redaksi BanoaTV