Banoatv – Kota Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, dilanda banjir besar akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai, Minggu dini hari (22/6/2025). Ketinggian air yang mencapai hingga satu meter melumpuhkan total aktivitas masyarakat serta sistem transportasi di wilayah tersebut.

Pantauan langsung media ini menunjukkan, jalan utama dari Piros Amasing Kota menuju Pasar Baru hingga kawasan Tomori tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sejumlah mobil dan sepeda motor tampak terhenti di tengah jalan karena tak mampu menembus genangan air.

Banjir tidak hanya merendam pusat kota, tetapi juga meluas ke sejumlah desa di Kecamatan Bacan, Gane, dan Obi. Meski demikian, titik terparah tetap berada di pusat Kota Labuha, di mana hampir seluruh rumah warga terendam.

Kepala BPBD Halsel Aswin Adam saat mendampingi Bupati Bassam mengunjungi lokasi terdampak banjir mengatakan bahwa saat ini sesuai data yang dirampungkan BPBD Halsel , sebanyak 2430 jiwa yang mengungsi dan dievakuasi pemkab Halmahera Selatan.

Menurutnya, Kejadian Bencana Jenis Bencana  Banjir tersebut terjadi pada tanggal 22 Juni 2025 Waktu Kejadian : 04.00 WIT Lokasi Bencana Pulau Bacan kemudian Dampak Bencana Permukiman terendam Penyebabnya akibat curah Hujan Dengan Intensitas Tinggi

Lanjut Aswin, sesuai data yang diperoleh tim BPBD Halsel yakni:  Kondisi Mutakhir

•Korban Jiwa : –

•Terdampak : 5 Desa

•Mengungsi : 2.430 Jiwa (data sementara)

•Kerusakan :

•1 Unit Jembatan Patah Desa Tuokona

•1 Unit Jembatan Darurat Desa Kubung

•1 Unit Rumah Warga

 

IV. Upaya yang dilakukan :

•Mendirikan Posko Penanganan

•Melakukan Upaya Evakuasi

•Distribusi Makanan Siap Saji

V. Kebutuhan Mendesak :

•Makanan Siap Saji

•Selimut

•Terpal / Tikar

•Baju Layak Pakai

Hingga berita ini diturunkan, air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga terdampak terlihat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sembari menunggu bantuan datang. Sejumlah fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik juga terdampak, memperparah kondisi lumpuhnya aktivitas harian di ibu kota kabupaten ini.

Hingga saat ini, pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana saat ini tengah mengupayakan evakuasi serta pendistribusian bantuan darurat kepada masyarakat terdampak. (Red)