TERNATE, BNtv – Warga Kecamatan Moti, Kota Ternate, mengeluhkan kondisi infrastruktur yang rusak parah di sejumlah titik. Kerusakan ini mencakup jalan raya, pelabuhan, hingga talud penahan air, yang dinilai sangat mengganggu aktivitas harian masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Pantauan media menunjukkan, kerusakan jalan terjadi di beberapa kelurahan, seperti Moti Kota, Tafaga, Takofi, dan Tafamutu. Kondisi jalan di wilayah-wilayah tersebut berlubang dan tidak terawat, menyebabkan kesulitan bagi warga yang beraktivitas, terutama saat musim hujan.

Selain itu, kerusakan juga ditemukan pada fasilitas pelabuhan di Kelurahan Takofi dan Figur. Talud yang berfungsi sebagai penahan air pun mengalami kerusakan di hampir seluruh kelurahan di Kecamatan Moti. Warga khawatir kerusakan ini bisa memperparah dampak banjir saat hujan deras.

Seorang pemuda asal Kelurahan Moti Kota, Iswan, menyatakan keresahannya terhadap kerusakan jalan yang menurutnya telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan dari Pemerintah Kota Ternate.

“Jalanan di sepanjang Moti Kota sudah rusak parah sejak lama, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami sangat terganggu,” ujarnya.

Iswan juga menyoroti kerusakan talud di wilayah RT 01 dan RT 02 Moti Kota yang runtuh akibat hujan deras. Talud yang rusak itu berada dekat dengan permukiman warga, dan menurutnya sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki.

Hal senada disampaikan Faisal, pemuda Kelurahan Tafaga. Ia menilai masalah infrastruktur di wilayah terluar, khususnya Moti, semestinya menjadi prioritas Pemerintah Kota Ternate, terutama di awal periode kedua kepemimpinan saat ini.

“Di Kelurahan Tafaga, pelabuhan, jalan dan talud penahan air sungai di kawasan Dobang sangat memprihatinkan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membahayakan keselamatan warga,” tegasnya. (Hen/Red)