BanoaTV – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara termasuk Kabupaten Halmahera Selatan, menimbulkan dampak serius di Desa Bokimiake. Salah satu jembatan utama sepanjang kurang lebih 80 meter dilaporkan ambruk, sehingga memutus jalur vital penghubung antarpermukiman warga.
Menurut keterangan warga setempat Taslin menyampaikan bahwa jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat, termasuk jalur harian siswa menuju SMP Negeri 54 Satu Atap. Akibat kerusakan ini, aktivitas warga terganggu dan mobilitas menjadi terbatas.
Para siswa kini terpaksa mencari jalur alternatif untuk berangkat ke sekolah. Sementara itu, warga yang tinggal di seberang jembatan mengalami kesulitan mengakses fasilitas penting seperti pasar dan kebun.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Pasalnya jembatan tersebut sangat mendukung aktifitas warga.
“Jembatan ini adalah jalur utama bagi kami dan anak-anak untuk ke sekolah. Kami berharap pemerintah segera membangunnya kembali agar kehidupan bisa normal,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kedaruratan, Sudarto Abd Wahab, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang informasi bagi desa-desa terdampak untuk melaporkan kondisi terkini di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tim masih fokus melakukan pemantauan di wilayah perkotaan yang dapat dijangkau.
“Informasi terkait ambruknya jembatan di Desa Bokimiake sudah kami terima. Setelah kondisi memungkinkan, BPBD akan turun langsung untuk memastikan situasi di lapangan. Saat ini kami masih melakukan pemantauan di wilayah kota dan akses yang bisa dijangkau,” jelasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Red, BanoaTV




Tinggalkan Balasan